Inflasi : Pengertian, Penyebab, Jenis-Jenis Beserta Dampaknya Terlengkap

Posted on
Inflasi : Pengertian, Penyebab, Jenis-Jenis Beserta Dampaknya Terlengkap
5 (100%) 1 vote[s]

Pengertian, Penyebab, Jenis-Jenis Beserta Dampak Inflasi

Pengertian inflasi – merupakan kondisi perekonomian suatu Negara yang mana mengalami kecenderungan pada kenaikan harga-harga barang maupun jasa secara umum di waktu yang panjang sebab tidak seimbangnya arus uang maupun barang.

Inflasi

Kenaikan harga yang bersifat sementara tidak masuk dalam inflasi, seperti contoh kenaikan pada harga-harga saat menjelang idul fitri. Nah disinilah beredarnya uang di masyarakat dengan tingkat lebih tinggi.

Pengertian Inflasi Menurut Para Ahli

Berikut ini akan dijelaskan mengenai pengertian inflasi menurut pendapat para ahli, yakni :

  1. Boediono
    Menurut pendapat dari budiono tentang inflasi ialah kecenderungan akan harga-harga supaya naik secara terus menerus.
  2. Sadono sukirno
    Sadono sukino berpendapat mengenai inflasi ialah terjadinya kenaikan harga yang dialami suatu perekonomian.
  3. Dwi eko waluyo
    Pengertian inflasi ialah bentuk penyakit-penyakit ekonomi yang kerap kali timbul serta terjadi hampir disemua Negara.
  4. BI (bank Indonesia)
    Berdasarkan dari bank BI, definisi inflasi ialah kecenderungan sejumlah harga agar meningkat dengan umum dan terus menerus.

Penyebab Inflasi

Secara umum, penyebab dari inflasi ini diantaranya :

1. Meningkatnya permintaan/ demand pull inflation

Terjadinya inflasi ini dikarenakan meningkatnya permintaan jenis barang/ jasa tertentu. Faktor terjadinya hal ini diantaranya :

  • Meningkatnya belanja pemerintah
  • Meningkatnya permintaan barang guna diekspor
  • Meningkatnya permintaan barang guna swasta

2. Meningkatnya biaya produksi/ cost pull inflation

Terjadinya peningkatan biaya ini dikarenakan naiknya bahan baku seperti :

  • Harga bahan bakar naik
  • Upah buruh naik

3. Tingginya peredaran uang

Hal ini terjadi saat pemerintah menerapkan sebuah sistem anggaran deficit, yang mana kekurangan anggaran ini diatasi menggunakan uang baru yang dicetak. Tetapi, hal ini membuat jumlah dari uang yang beredar pada masyarakat menjadi semakin bertambah serta mengakibatkan inflasi.

Jenis Jenis Inflasi

Inflasi bisa dibagi menjadi tiga jenis, menurut tingkat keparahan, penyebab serta sumbernya. Berikut ulasan lengkapnya :

1. Jenis inflasi menurut tingkat keparahannya

Menurut tingkat keparahannya ini, inflasi dibedakan menjadi empat yakni :

  • Inflasi ringan, ialah inflasi yang gampang untuk dikendalikan serta belum terlalu mengganggu perekonomian Negara. Secara umum, harga barang atau jasa mengalami kenaikan, yakni di bawah 10% dari per tahun serta bisa dikendalikan.
  • Inflasi sedang, ialah inflasi yang bisa menurunkan tingkat dari kesejahteraan masyarakat yang berpenghasilan tetap tetapi masih belum membahayakan perekonomian Negara. Inflasi ini ada di sekitar 10% – 30% per tahun.
  • Inflasi berat, yakni inflasi yang menyebabkan kekacauan dalam perekonomian suatu Negara. Pada kondisi ini secara umum masyarakat lebih memilij dengan menyimpa barang serta tidak mau untuk menabung sebab Bungan tersebut jauh lebih rendah dari pada nilai dari inflasi. Inflasi tersebut ini ada di sekitar 30% – 100% dari per tahunnya.
  • Inflasi ini paling berat/ hyperinflation, yakni inflas yang sudah mengacaukan perekonomian sebuah Negara serta paling sulit dikendalikan walaupun dilaksanakan sebuah kebijakan moneter dan fiscal. Inflasi tersebut ada di sekitar 100% ke atas dari pertahunnya.
Baca Juga :   Sejarah Kerajaan Gowa Tallo : Sosial, Budaya dan Ekonomi Lengkap

2. Jenis inflasi menurut penyebabnya

Menurut penyebabnya, inflasi dibagi menjadi dua diantaranya :

  • Demand pull inflation, yakni inflasi yang dialami sebab permintaan akan jasa maupun barang yang lebih tinggi terhadap yang bisa dipenuhi produsen.
  • Cost pust inflation, yakni terjadinya inflasi sebab kenaikan biaya produksi jadi harga penawaran dari barang naik
  • Bottle neck inflation, yakni infllasi yang dikarenakan oleh faktor penawaran maupun faktor permintaan.

3. Jenis faktor menurut sumbernya

Menurut sumbernya ini dibagi menjadi dua, diantaranya :

  • Domestic inflation, yakni inflasi yang sumbernya dari dalam negeri. Terjadinya inflasi ini sebab jumlah uang pada masyarakat jauh lebih banyak dibandingkan yang dibutuhkan. Inflasi untuk jenis ini pun bisa dialami saat jumlah barang maupun jasa tertentu menjadi berkurang sementara permintaat tetap maka harga harga naik.
  • Imported inflation, yakni inflasi yang sumbernya dari luar negeri. Inflasi tersebut terjadi dinegara yang melaksanakan perdagangan bebas yang mana terdapat kenaikan harga diluar negeri.

Contohnya seperti, Indonesia melaksanakan impor barang dengan modal dari Negara lain. Ternyata dari harga barang-barang tersebut modalnya dari Negara itu menjadi naik, nah kenaikan harga inilah yang akan berdampak di Negara Indonesia sehingga menyebabkan terjadinya inflasi.

Dampak Inflasi

Mengacu dengan pengertian inflasi yang ada diatas, kondisi ekonomi sekarang mempunyai dampak negative dan positif untuk suatu Negara. Berikut adalah sejumlah dampak inflasi pada umumnya :

  1. Dampak inflasi pada pendapatan
    Inflasi bisa memberikan dampak yang positif dan juga negative pada pendapatan masyarakat. Pada keadaan tertentu, seperti inflasi lunak, malah akan mendorong para pengusaha guna memperluas produksi jadi bisa meningkatkan perekonomian.
  2. Dampak inflasi pada ekspor
    Kemampuan ekspor suatu Negara ini akan berkurang pada saat terjadi inflasi, sebab biaya ekspor ini akan lebih mahal. Selain tersebut, saya saing pada barang ekspor pun terjadi penurunan yang akhirnya pendapatan dari devisa juga akan berkurang.
  3. Dampak inflasi pada minat menabung
    Kondisi minat menabung ini maka sebagian besar orang menjadi kurang. Sebab pendapatan yang berasal dari bunga tanbungan justru lebih kecil sementara penabung wajib membayar administrasi tabunagnnya.
  4. Dampak pada kalkulasi harga pokok
    Keadaan ini akan menyebabkan perhitungan penetapan pada harga pokok jadi lebih sulit sebab dapat menjadi semakin kecil maupun terlalu besar. Namun presentase inflasi di masa depan tidak bisa diprediksi secara akurat.

Jadi, inflasi ini merupakan gejala ekonomi yang tidak mungkin di hilangkan dengan tuntas. Demikian pembahasan tentang pengertian inflasi, semoga dapat menambah ilmu pengetahuan kalian. Terima kasih.

Baca juga: