Gurindam : Pengertian, Ciri Ciri, Jenis beserta Contohnya Terlengkap

Posted on
Gurindam : Pengertian, Ciri Ciri, Jenis beserta Contohnya Terlengkap
4.7 (94.67%) 15 vote[s]

Pengertian Gurindam, Ciri Ciri, Jenis beserta Contohnya

Ciri – ciri Gurindam – Gurindam ialah bagian dari kekayaan sastra. Asalnya dari bahasa Tamil (India) yakni “kirindam” yang berarti sebagai perumpamaan. Orang India membawa karya pendek ini tentunya juga diilhami oleh pengaruh dari kesusastraan Hindu. Gurindam merupakan bentuk dari puisi lama dan ditandai dengan dua baris kalimat ber-rima sama tetapi dalam satu kesatuan. Berikut ini ciri ciri gurindam secara lengkap.

Secara definisi, gurindam artinya adalah suatu karya sastra lama yang berwujud seperti puisi dan terdiri atas dua baris kalimat dengan sajak (rima) adalah sama. Gurindam biasanya terdiri atas lebih dari satu bait. Untuk baris pertama, isinya gurindam adalah sebuah persoalan atau syarat, sementara pada baris kedua gurindam akan menjawab persoalan yang ada pada baris pertama.

Gurindam identik dengan pantun nasehat. Padahal, pada dasarnya dari kedua karya sastra ini sangatlah berbeda. Gurindam terdiri atas dua larik saja dalam satu bait, sementara pantun dapat lebih dari empat larik. Berikut ini ialah beberapa ciri khas gurindam yang bisa membedakan dari karya sastra lainnya.

Ciri – Ciri Gurindam

  1. Pada setiap baris bersajak a-a, b-b, dan seterusnya.
  2. Gurindam hanya terdiri atas dua baris, tidak melebihi pada tiap baitnya. Selain itu jumlah kata dari tiap baris hanya sekitar 10 kata saja.
  3. Gurindam isinya sebuah nasehat hidup
  4. Pada tiap baris gurindam memiliki hubungan sebab – akibat.
  5. Baris kedua berupa isi.

Sama halnya pada beberapa jenis karya sastra secara umum yang dikategorikan berdasarkan ciri khasnya, begitu pula dengan gurindam. Menurut baris yang telah dimiliki ada dua bentuk atau jenis dari gurindam. Jenis gurindam telah dipaparkan seperti pada pembahasan dibawah ini.

Jenis – Jenis Gurindam

1. Gurindam Berangkai

Gurindam berangkai ialah bentuk gurindam yang diberi tanda dengan kata yang sama pada baris pertama setiap baitnya. Contohnya adalah:

  • Lakukan saja yang menurutmu benar
  • Lakukan saja yang menurutmu pantas
  • Hidup hanya bergantung hati
  • Hidup hanya sesaat dan lalu mati

2. Gurindam Berkait

Gurindam berkait ialah gurindam yang diberi tanda dengan adanya hubungan antara bait pertama dengan bait – bait seterusnya. Contohnya adalah:

  • Siapa tidak ingin sesat dunia akhirat
  • Maka cepat taubat sebelum terlambat
  • Namun siapa yang lekas bertaubat sebelum kiamat
  • Maka dapatlah itu yang dinamakan selamat

Pengarang gurindam ini yang karyanya sangat dikenang sampai saat ini bernama Raja Ali Haji dengan sebuah karya yang berjudul “Gurindam Dua Belas”. Konon Raja Ali Haji ini masih mempunyai hubungan persaudaraan dengan Raja Ali, yakni Raja muda yang memimpin di wilayah Riau kurang lebih tahun 1844-1857. Berikut ini ialah bunyi Gurindam Dua belas yang sangat melegenda itu.

Baca Juga :   Pengertian Latar Belakang dan Contoh Latar Belakang Proposal Kegiatan

Contoh Gurindam

Gurindam Dua Belas sebuah Karya “Raja Ali Haji” (Pasal 1-3)

Pasal 1

Barang siapa tiada memegang agama
Sekali-kali tiada boleh dibilangkan nama
Maknanya, adalah sebuah nasehat kepada manusia untuk berpedoman pada agama, karena apabila tidak maka hidup tidak berguna.

Barang siapa mengenal yang empat
Maka dia itulah orang yang ma’rifat
Maknanya, didalam hidup manusia itu terdapat empat tataran yaitu Syariat, Tarekat, Hakekat, dan juga Ma’rifat. Jadi, sudah mengenal keempat tersebut maka dia akan mengenal Tuhannya.

Barang siapa mengenal Allah
Suruh dan tegahnya tiada ia menyalah
Maknanya, manusia yang bertaqwa kepada Allah, pasti taat pada perintah Allah.

Barang siapa mengenal diri
Maka telah mengenal akan Tuhan yang bahri
Maknanya, barang siapa mengenal dirinya sendiri, maka ia mengenal kekuasaan Tuhan yang sebenarnya.

Barang siapa mengenal dunia
Tahulah ia barang terpedaya
Maknanya, barang siapa mengetahui kebahagiaan duniawi, maka ia tahu semua hanyalah kesemuan.

Barang siapa mengenal akhirat
Tahulah ia dunia melarat
Maknanya, siapa yang tahu akhirat, ia mengetahui kekekalan akhirat serta dunia hanya sesaat.

Pasal 2

Barang siapa mengenal yang tersebut
Tahulah ia akan makna takut
Maknanya, jika takut akan Allah, maka ia patuh perintah dan menjauhi larangan Allah.

Barang siapa meninggalkan sembahyang
Seperti rumah tanpa tiang
Maknanya, jika tidak melakukan sembahyang, hidup jadi terombang ambing tidak kokoh seperti tiang.

Barang siapa meninggalkan puasa
Tidaklah mendapat dua termasa
Maknanya, jika tidak ibadah puasa, hidup tidak mengenal baik dan buruk.

Barang siapa meninggalkan zakat
Tiadalah hartanya beroleh berkat
Maknanya, sebesarpun harta yang dimiliki, jika tidak berzakat maka susah terkumpul.

Barang siapa meninggalkan haji
Tiadalah ia menyempurnakan janji
Maknanya, siapa punya harta tapi enggan berhaji, ia lupa rejeki yang datang dari Allah.

Pasal 3

Apabila terpelihara mata
Sedikitlah cita-cita
Maknanya, seseorang sedang menjaga pandangannya dapat mengendalikan diri.

Apabila terpelihara kuping
Khabar yang jahat tiadalah damping
Maknanya, apabila menjaga pendengaran dari keburukan, maka ia tidak akan mendapat masalah.

Apabila memelihara lidah
Niscaya akan mendapat faedah
Maknanya, jika mampu menjaga setiap ucapan maka mendapat manfaat yang baik.

Bersungguh-sungguhlah engkau pelihara tangan
Daripada segala berat dan ringan
Maknanya, supaya lebih berhati-hati dalam melakukan sesuatu.

Bila perut terlalu penuh
Maka keluarlah fi’il yang tiada senonoh
Maknanya, segala yang berlebihan menimbulkan dampak yang buruk.

Anggota tengah hendaklah ingat
Disitulah banyak orang hilang semangat
Maknanya, segalanya harus dijalankan dengan sepenuh hati.

Hendaklah peliharakan kaki
Daripada berjalan yang membawa rugi
Maknanya, seseorang harus berhati-hati mengambil keputusan, maka jalannya baik.

Inilah pembahasan tentang ciri-ciri gurindam. Gurindam seringkali berisi sebuah nasehat kehidupan, sehingga ciri khas inilah yang membedakan dengan beberapa karya pendek lain misalnya seperti pantun, ataupun puisi. Gurindam lebih terkenal pada masa lalu sebagai bagian dari sebuah sastra Melayu lama yang banyak dipakai untuk pembelajaran budi pekerti.

Baca juga: