Ekosistem Air Tawar : Pengertian, Ciri Ciri dan Penggolongannya Lengkap

Posted on
Ekosistem Air Tawar : Pengertian, Ciri Ciri dan Penggolongannya Lengkap
5 (100%) 1 vote[s]

Pengertian Ekosistem Air Tawar, Ciri Ciri dan Penggolongannya

Ciri ciri Ekosistem Air Tawar – ekosistem air tawar merupakan pengklasifikasian hewan pada kehidupan bawah air. Dimana didalamnya tidak mengandung banyak garam. Pada ekosistem air tawar rantai kehidupan didalamnya sangat minim mendapatkan pencahayaan oleh sinar matahari dan cenderung dipengaruhi oleh kondisi alam.

Ciri ciri ekosistem air tawar :

  1. Kondisi iklim atau cuaca sangat mempengaruhi kehidupan dan perkembangbiakan hewan semua penghuni yang ada didalam dan permukaan air.
  2. Kondisi suhu yang berubah ubah mampu mempengaruhi mata rantai kehidupan didalam dan permukaan air.
  3. Ketersediaan cahaya matahari sangat bermanfaat untuk proses fotosintesis tumbuhan yang hidup diekositem air tawar. Selain itu juga mempercepat perkembang biakan jamur dan bakteri agar dapat mengurai pembusukan tumbuhan dan hewan yang telah mati.
  4. Kondisi air tawar hanya memiliki kadar garam 1 persen saja dan bahkan lebih rendah dari garam yang ada pada tubuh sel makhluk hidup.

Penggolongan ekosistem air tawar yang saling berkesinambungan

Ekosistem air tawar berdasarkan letaknya

Wilayah litoral berada pada daerah dangkal yang dapat ditembus oleh cahaya matahari sampai ke dasar air yang paling dalam.

Wilayah netik berada di daerah yang terbuka dan luas. Dimana letaknya jauh dari tepian sampai dasar air yang tetap mendapatkan pencahayaan matahari yang baik dan menetap.

Wilayah Profundal adalah dasar air yang paling dalam yang tidak tertembus cahaya matahari yang didalamnya terdapat hewan hewan sangat kecil yang terdiri dari organisme fotosintetik.

Wilayah bentik adalah daerah yang luas seperti lautan tetapi memiliki air yang relatif tenang. Wilayah bentik atau danau dapat dikelompokkan berdasarkan banyaknya jumlah materi organisme dan kadar oksigen, yaitu sebagai berikut :

  • Danau oligotropik merupakan dasar air yang paling dalam dan minim dengan makanan. Dimana memiliki air yang terlalu bersih dan jernih dan memiliki banyak oksigen dipermukaan dan bagian dalam air. Sehingga, hewan kecil dan fitoplankton tidak dapat hidup dan berproduksi dengan baik.
  • Danau eutropik merupakan danau yang dangkal dan banyak memiliki persediaan mineral dan makanan. Kondisi airnya lebih keruh, gelap, berlumut tetapi ketersediaan oksigen cukup banyak didaerah yang profundal. Sehingga, fitoplanton yang hidup sangat banyak dan selalu berproduksi atau berkembang biak sehingga tidak perlu khawatir akan kekurangan makanan.

Perbedaan Makhluk Hidup yang Menetap pada Ekosistem Air tawar

  • Organisme autotrof adalah sejenis organisme yang dapat mensintesis makanannya sendiri. Bermacam – macam tumbuhan hijau juga tergolong sebagai organisme autotrof. Fungsinya yaitu sebagai produsen dalam ekosistem air tawar.
  • Organisme heterotrof adalah sejenis organisme yang makanannya memanfaatkan dari bahan dasar organik. Dimana organisme lain yang menyediakan makanannya dengan berlimpah. Golongan dari heterotrof adalah hewan, aneka macam jamur, berbagai macam mikro orgaanisme serta pearn terbesar manusia.
Baca Juga :   Sendi : Pengertian, Macam-Macam, Contoh dan Jenis Pergerakan Sendi

Kelompok ekosistem air tawar

  1. Kelompok tumbuhan ganggang adalah sebagai produsen.
    Permukaan air tawar seringkali berubah warna karena ada tumbuhan ganggang ynag mempengaruhinya. biasaanya ada pada rawa rawa atau kolam yang dimiliki oleh pemerintah kota.
  2. Kelompok zooplanton adalah sebagai konsumen.
    Zooplanton merupakan termasuk konsumen terbesar di dalam ekosistem air tawar. Dimana terdiri atas berbagai macam ikan dengan ukuran dan bentuk yang bervariasi. Tetapi tidak menutup kemungkinan, jika ada konsumen lain yang hidup menetap didalamnya. Dan mampu mempunyai cara hewan untuk beradaptasi dengan lingkungannya dan alam sekitar misalnya hewan yang tidak bertulang belakang dan jenis keong atau siput serta cacing.
  3. Kelompok bakteri dan jamur adalah sebagai pengurai terbesar.
    Sisa dari tumbuhan atau hewan mati yang telah membusuk akan mengalami proses penguraian. Penguraian tersebut dilakukan oleh bakteri dan jamur yang ada di permukaan air. Dimana penguraian tersebut menjadi zat anorganik agar pihak dari produsen dapat mengolah makanannya dengan normal.
  4. Kelompok Lingkungan adalah sebagai abiotik alami.
    Lingkungan yang ada disekitar ekosistem air tawar berupa Sinar matahari, kondisi udara atau iklim dan suhu serta keadaan air. Semua itu sangat mempengaruhi kehidupan dan mata rantai makanan yang ada diekositem air tawar secara keseluruhan.

Pembagian kelompok lingkungan

  • Abiotik Sinar matahari – Kadar banyak atau tidaknya sinar matahari mernembus ekosistem air tawar sangat mempengaruhi proses fotosintesa disekitar ekosistem dan air dapat menyerap sinar matahari dengan baik yang akhirnya dapat membuat kondisi lumut , tumbuhan dan berbagai microorganisme yang ada didasar air menjadi lebih aktif dan tumbuh subur. ini sangat baik untuk memperlancar proses mata rantai diekositem dan saling memguntungkan.
  • Abiotik udara atau iklim – Udara karena kondisi iklim yang selalu mengalami perubahan dapat mempengaruhi kondisi ekositem air tawar setiap waktu.
  • Abiotik suhu – Suhu tertentu dapat mempengaruhi energy seluruh penghuni ekosistem dari tumbuhan , hewan hingga bebatuan dan air secara sistematik. contohnya jika suhu udara dingin atau sejuk maka organisme yang ada didasar air akan timbul kepermukaan sedangkan tumbuhan yang ada disekitar permukaan air akan memgeluarakan oksigen . mata rantai kehidupan akan bwrjalan disesuaikan dengan suhu yang ada.
  • Abiotik air – Persediaan air yang mencukupi dapat memperlancar apapun kegiatan didalam ekosistem air tawar. Semua ekosistem tersebut saling berkesinambungan dan saling menguntungkan termasuk aktifitas mata rantai makanan yang tidak akan terputus selama persediaan air melimpah.

Itulah pembahasan tentang ciri ciri ekosistem air tawar. Semoga bermanfaat.

Baca juga: