Dispersi : Pengertian, Jenis, dan Contohnya Terlengkap

Posted on
Dispersi : Pengertian, Jenis, dan Contohnya Terlengkap
5 (100%) 1 vote[s]

Pengertian Dispersi, Jenis, dan Contohnya

Dispersi – Manusia hidup dimuka bumi selain berdampingan dengan makhuluk hidup lainnya juga berdampingan dengan berbagai macam zat atau benda. Mereka selalu bergantung terhadap benda mati maupun hidup untuk melangsungkan kehidupannya. Berbagai macam zat diperlukan oleh seluruh makhluk hidup di dunia ini. misalnya zat cair, zat padat maupun zat gas. Di dalam kehidupan sehari-hari manusia banyak menggunakan zat untuk berbagai macam kepentingan.

Misalnya, batu, air, udara. Udara merupakan zat yang selalu dibutuhkan makhluk hidup, apabila tidak ada udara maka makhluk hidup tidak akan bertahan lama sama halnya mereka hidup di luar angkasa. Maka dari itu zat merupakan sesuatu yang sangat diperlukan dan penting.

Pengertian yang paling mendasar dari zat yaitu sesuatu yang mempunyai massa dan dapat menempati suatu ruang. Zat mempunyai berbagai macam bentuk dan sifat. Sifat dari setiap zat berbeda-beda, akan tetapi ada yang memiliki sifat yang sama yaitu zat cair dan zat gas. Zat cair dan zat gas sama-sama dapat mengalir dari satu tempat ke tempat yang lainnya.

Zat cair merupakan sesuatu yang mempunyai massa dan memiliki volume tetap akan tetapi bentuknya dapat berubah sesuai dengan wadah yang ditempatinya. Sifat-sifat dari zat cair yaitu:

  1. Zat cair memiliki susunan molekul yang tidak berubah
  2. Molekul pada zat cair saling berdekatan dan dapat bergerak bebas daripada zat padat
  3. Zat cair mempunyai molekul yang dapat berpindah tempat
  4. Bentuk ang dimiliki zat cair dapat berubah-ubah akan tetapi volume pada zat cair selalu tetap.

Zat padat merupakan sesuatu yang mempunyai volume yang tetap dan juga mempunyai bentuk yang tetap. Sifat—sifat yang dimiliki oleh partikel zat padat yaitu:

  1. Zat padat mempunyai mulekul yang tersusun rapi
  2. Mulekul yang dimiliki zat padat saling berdekatan, dan salik tarik dengan sangat kuat maka dari itu mulekulnya tidak dapat bebas
  3. Zat padat memiliki mulekul yang sulit sekali dipisahkan
  4. Volume pada zat padat selalu tetap

Zat gas yaitu sesuatu yang mempunyai bentuk berubah dan juga memiliki volume yang berubah sesuai dengan bentuk wadahnya. Sifat yang dimiliki zat gas yaitu hampir sama dengan zat cair, akan tetapi susunan mulekul yang dimilikinya tidak teratur dan letaknya berjauhan.

Penjelasan di atas merupakan jenis-jenis zat, yang mana apabila zat-zat tersebut dicampur akan memunculkan istilah baru yaitu Dispersi.

1. Pengertian Dispersi

Dispersi adalah pencampuran antara zat satu dengan zat lainnya, dimana dalam pencampurannya tersebut akan mengalami penyebaran secara merata antara suatu zat ke dalam zat lain. zat yang mengalami disperse disebut fase disperse, sedangkan tempat yang digunakan untuk mendispersikan disebut dengan medium pendispersi. Misalnya tepung kanji yang dimasukkan ke dalam air panas akan mengalami sistem dispersi. Disini air merupakan medium pendispersi sedangkan tepung kanji sebagai zat pendispersi.

Baca Juga :   Danau Gletser : Pengertian, Kriteria, Sejarah Terbentuknya dan Karakteristiknya Lengkap

Sistem dispersi dapat diartikan sebagai campuran atau larutan dua zat yang berbeda akan tetapi mempunyai wujud yang sama. Ciri dari sistem disperse yaitu adanya zat pelarut dan zat yang terlarut. Contoh lain ketika gula, susu, dan pasir masing-masing dimasukkan ke suatu tempat dan diisi dengan air, selanjutnya diaduk maka akan mendapati 3 sistem dispersi. Gula, susu, danpasir sebagai fase disperse sedangkan air sebagai alat atau medium pendispersi.

2. Jenis Jenis Dispersi

Dibawah ini akan dijelaskan beberapa jenis dispersi, yaitu:

Dispersi halus

Dispersi halus sering kali disebut sebagai larutan sejati atau sebutan lainnya yaitu dispersi molekuler. Dispersi molekuler dapat terbentuk ketika diameter fase terdispersi memiliki ukuran kurang dari 1 nanometer, dan bersifat homogen, serta larutannya tampak bening. Dispersi molekuler tidak akan menghasilkan pengendapan apabila menyaringnya maka fase terdispersi tidak akan dapat dipisahkan dari tempat atau medium pendispersinya. Contoh dari dispersi molekuler yaitu dispersi spirtus, larutan NaCI di dalam air, udara yaitu campuran oksigen dan gas lainnya, bensin, dan lain sebagainya.

Dispersi kasar

Dispersi kasar disebut juga sebagai suspensi, dispersi ini terjadi ketika fase terdispersi mempunyai ukuran lebih dari 100 nanometer. Pada sistem dispersi kasar ini awalnya keruh, namun dalam beberapa saat akan terlihat batas antara fase terdispersi dengan tempat atau medium pendispersi, hal ini terjadi karena adanya pengendapan.
Contoh dari sistem dispersi kasar yaitu air kopi, air kopi, minyak yang dicampur dengan air, tepung gandum yang dicampur dengan air akan mengalami pengendapan, dan lain sebagainya.

Dispersi koloid

Dispersi koloid ini sering juga disebut sebagai larutan koloid. Disperse ini akan terjadi ketika diameter yang dimiliki fase terdispersi berukuran antara 1-100 nanometer. Sifat yang dimiliki dispersi koloid biasanya terletak antara suspensi dan larutan. Dispersi koloid sekilas akan terlihat seperti larutan homogen. Akan tetapi apabila larutan ini diamati dengan menggunakan mikroskop akan terlihat perbedaan fase terdispersi dengan medium pendispersi.
Contoh dari disperse koloid yaitu santan, agar-agar masak, mentega, detergen, selai, susu di dalam air, dan lain sebagainya. Berdasarkan ukuran partikelnya sistem disperse dapat dibedakan menjadi 3, yaitu larutan, koloid, dan suspensi.

Nah, itulah sekilas penjelasan mengenai Dispersi, pengertiannya, jenis dan contoh-contohnya. Kesimpulannya Dispersi adalah pencampuran antara zat satu dengan zat lainnya yang akan mengalami penyebaran dengan merata. Semoga artikel ini bermanfaat dan dapat dijadikan referensi bagi semua kalangan untuk mneyelesaikan pertanyaannya tentang dispersi.

Baca juga: