Diferensiasi : Pengertian, Cara, dan Syarat Melakukannya Terlengkap

Posted on
Diferensiasi : Pengertian, Cara, dan Syarat Melakukannya Terlengkap
5 (100%) 1 vote

 Pengertian Diferensiasi, Cara, dan Syarat Melakukannya

Diferensiasi adalah suatu istilah dalam ilmu ekonomi. diferensiasi ini artinya sangat meluas. Kata diferensiasi akan mengingatkan dalam sebuah arti kata yang berbeda. Nah, pada kali ini akan diulas tentang pengertian diferensiasi secara lengkap, singkat dan akan mudah dipahami bagi pembaca.

Dalam kamus besar bahasa Indonesia (KBBI) mengartikan diferensiasi adalah sebagai suatu proses cara pembuatan, perkembangan tunggal, pembedaan, dari kesederhanaan menjadi rumit, dari homogen menjadi heterogen, proses pembedaan hak serta kewajiban warga masyarakat menurut pembedaan usia, jenis kelamin dan juga pekerjaan.

Pengertian Diferensiasi

Diferensiasi adalah salah satu bagian dari strategi cerdas yang sering diterapkan maupun dipakai oleh sebuah perusahaan dengan tujuan memenangkan persaingan. Diferensiasi akan menghasilkan sebuah produk yang berbeda dari produk pesaing. Apabila produk yang akan kalian berikan ini sama dengan produk yang akan diberikan oleh para pesaing dan kita sudah termasuk belakangan, maka sudah dipastikan kita akan mengalami kesulitan untuk bersaing. Sehingga produk kita nanti tidak akan diperhatikan oleh para konsumen, maka dari itu dibutuhkan diferensiasi untuk – unsur pembeda pada produk tersebut.

Cara Melakukan Persaingan menggunakan Diferensiasi

1. Menciptakan Aturan Main Baru

Jangan coba coba untuk terjun dengan mengikuti tren bisnis yang sama juga. Tren dengan ikut – ikutan ini akan sangat berbahaya untuk melakukan bisnis. Pada saat orang – orang ramai untuk membuka bisnis, maka kalian harus menciptakan sebuah produk yang baru. Jadi, lebih baik kita harus mempertimbangkan dulu dengan hati – hati untuk terjun dalam menciptakan sebuah produk yang sama.

Sebenarnya kita bisa saja mengikuti bisnis yang sedang trens tersebut, namun kita harus memiliki strategi bersaing juga yang baik, yakni salah satu caranya adalah dengan diferensiasi yang kuat. Dengan diferensiasi ini, maka kalian akan membuat sebuah peraturan – peraturan baru yang mana dapat kalian jadikan sebuah alat diferensiasi yang kuat pada produk kita.

2. Servis Excellence

Servis (memberikan layanan yang baik) ialah kewajiban yang ada dalam berbisnis. Karena banya sekali para pesaing yang melakukan atau menerapkan service yang baik, maka kalian pun juga harus melakukan hal yang sama. Hal ini bertujuan untuk menarik konsumen untuk membeli produk kita. Konsumen pun akan semakin ingin selalu dimanja oleh produsennya. Jika kita tidak melakukan penerapan servis yang memuaskan untuk konsumen, maka bersiaplah kalian akan ditingalkan oleh para konsumen.

3. Kualitas Excellence

Kualitas excellence belum banyak yang berhasil menerapkannya. Maka dari itu jika kita bisa mencapai sebuah kualitas excellence ini, maka dapat dipastikan produk kita akan menjadi berbeda dengan para pesaing. Kualitas excellence merupakan kualitas yang amat prima, yang mana cacat pada suatu produk yang nyaris mendekati nol (bahkan hampir tidak ada).

Baca Juga :   Macam Macam Candi Di Indonesia dan Penjelasannya

4. Sumber Diferensiasi

Sumber – sumber diferensiasi tersebut bisa kita peroleh melalui koran, menonton televisi, lalu mendengarkan radio, ada juga yang mencari di internet serta melihat beberapa produk dari kompetitor.

5. Ide Deferensiasi

Ide deferensiasi ini beraneka ragam hal, tidak usah rumit, dan bisa berawal dari yang sederhana, misalnya seperti kemasan, warna, bentuk, proses dan juga fungsi.

6. Ukuran

Ukuran merupakan alat dari diferensiasi, dengan ukuran inilah maka produk yang besar akan banyak orang yang memperhatikan produk kita, dan terkadang banyak orang gampang untuk mengingat serta ingin membeli.

7. Harga

Harga juga bisa menjadi alat dari diferensiasi, yakni sebagai mengklasifikasi segmen pengguna.

8. Benefit Ekstra

Benefit ekstra ini akan memberikan manfaat yang lebih banyak kepada konsumen. Yakni strategi cerdas guna memenangkan hati para konsumen agar ia bisa menjadi pelangkan kita.
Sementara seorang ahli marketing bernama Rosabeth Moss Kanter menyatakan bahwa diferensiasi produk ini bisa dilakukan dengan menggunakan 3 asset utama perusahaan, yakni :

  1. Concept, adalah kemampuan sebuah perusahaan dalam membuat inovasi serta ide-ide.
  2. Competence, adalah kemampuan dalam melaksanakan proses memberikan nilai tambah untuk konsumen.
  3. Conection, adalah kemampuan di dalam menjalin sebuah hubungan kerjasama dengan beberapa parthner ataupun asosiasi.

Syarat Melakukan Diferensiasi

Seorang ahli marketing Indonesia bernama Hermawan Kartajaya menjelaskan dalam bukunya bahwa ada 3 syarat untuk melakukan diferensiasi. Yaitu sebagai berikut :

  • Diferensiasi harus bisa mendatangkan tambahan nilai tinggi untuk konsumen
    Dalam hal ini sebuah produk harus ada perbedaan dengan produk lainnya. Maksudnya disini adalah menciptakan perbedaan produk yang memiliki makna pada konsumen. Jika sebuah produk yang ditawarkan semakin tinggi, maka akan semakin mengena di benak konsumen.
  • Diferensiasi harus menjadi sebuah keunggulan dari para pesaing
    Tidak ada produk yang tanpa ada pesaing. Maka dari itu, diferensiasi harus bisa mempunyai nilai terunggul dibanding dengan pesaingnya. Dengan begitulah maka suatu produk akan menjadi lebih kokoh.
  • Diferensiasi harus memiliki sebuah keunikan
    Keunikan disini bisa berarti sebagai sesuatu yang berbeda, akan tetapi khas dan sangat sulit untuk ditiru oleh orang lain. Satu satunya cara supaya tidak mudah ditirukan oleh para pesaing maka diferensiasi ini harus menjadi sistem aktivitas yang saling berkaitan dengan yang lainnya. Keunikan ini tak hanya di dalam produk saja, namun dalam semua atribut dalam mendukung sebuah produk yang unik serta tak mudah ditirukan oleh para pesaing lainnya.

Jadi, kesimpulannya bahwa diferensiasi adalah kunci sukses dalam dunia bisnis untuk menghadapi para pesaing. Dengan melakukan diferensiasi ini akan menjadi pembeda para pesaing, disinilah akan muncul beberapa ide baru sehingga produk kita nanti akan diperhatikan oleh para konsumen. Semoga menjadi bahan referensi bagi pembaca.

Baca juga: