2 Pengertian Definisi Metagenesis (Tumbuhan dan Hewan) Beserta Contohnya Lengkap

Posted on
2 Pengertian Definisi Metagenesis (Tumbuhan dan Hewan) Beserta Contohnya Lengkap
5 (100%) 1 vote

Pengertian Metagenesis dan Contohnya Pada Hewan serta Tumbuhan

Metagenesis – Reproduksi merupakan satu-satunya kemampuan yang dipunya pada makhluk hidup dalam mempertahankan kelestarian jenisnya. Reproduksi bisa terjadi melalui seksual ataupun aseksual. Beberapa organisme hanya mempunyai kemampuan bereproduksi melalui aseksual saja ataupun seksual saja. Beberapa organisme juga dapat melakukan keduanya, akan tetapi alurnya tidak pasti. Maksudanya, suatu jenis reproduksi

lebih sering dilakukan daripada cara lainnya.
Pada sejumlah organisme lainnya, terjadi proses yang jelas antara fase seksual ataupun aseksual. Mekanisme proses ini disebut dengan istilah metagenesis. Berikut pembahasan lengkapnya.

A. DEFINISI METAGENESIS

Metagensis ialah pergantian keturunan dimulai fase aseksual menuju fase seksual ataupun sebaliknya. Reproduksi pada makhluk hidup akan selalu terjadi, baik melalui seksual ataupun aseksual. Akan tetapi, saat peristiwa metagenesis, terjadinya siklus hidup yang mana organisme tersebut menjalani fase seksual ataupun fase aseksual secara teratur. Semua organisme tidak mengalami siklus hidup demikian, hanya sebagian organisme ditemukan terjadi metagenesis yang berkala misalnya pada tumbuhan lumut.

Setiap fase reproduksi saat metagenesis akan memberikan hasil organisme yang berbeda. Contohnya, tumbuhan lumut adalah organisme seksual, hasil reproduksinya memberikan hasil pada organisme lain yaitu embrio yang kemudian menghasilkan spora (individu baru yang membentuk reproduksi aseksual). Dalam organisme, fase reproduksi seksual dengan aseksual mungkin waktunya akan berbeda. Sejumlah organisme mempunyai masa menonjol saat fase seksual, dan begitu juga sebaliknya.

B. CONTOH METAGENESIS

1. Metagenesis Pada Tumbuhan

a. Bryophyta (Metagenesis tumbuhan lumut)

Tumbuhan lumut adalah sekelompok tumbuhan tingkat tinggi yang sangat primitif. Struktur pada tubuhnya masih paling sederhana, dan begitu pula dengan sistem reproduksinya. Sebagian besar mungkin kita tak pernah mengamati pergantian keturunan pada lumut melalui fase sporofit (fase aseksual) menuju fase gametofit (fase seksual). Tumbuhan lumut yang sering kita ketahui di tempat–tempat lembab merupakan fase seksual atau fase gametofit.

Fase gametofit adalah fase tumbuhan memberikan hasil sel- sel gamet betina dan jantan. Sementara fase sporofit adalah fase tumbuhan memberikan hasil spora. Fase gametofit saat tumbuhan lumut lebih unggul dibanding dengan fase sporofit. Anteridium merupakan hasil sel gamet jantan (sperma) tumbuhan lumut, sementara arkegonium merupakan hasil sel ovum (gamet betina). Baik arkegonium dan anteridium terletak pada ketiak daun maupun di tempat yang berlainan.

Sel sperma pada tumbuhan lumut mempunyai ekor dan membutuhkan lingkungan yang berair serta lembab untuk memudahkan pergerakkannya. Oleh sebab itu, habitat tumbuhan lumut adalah lingkungan yang lembab serta berair tujuannya untuk memudahkan saat fase reproduksinya. Sel sperma tersebut akan membuahi ovum lalu membentuk zigot yang berkembang kemudian menjadi embrio dan akan menghasilkan spora pada kotak spora (sporangium). Saat spora matang, maka sporangium tersebut pecah, jadi spora menjadi berterbangan terbawa oleh angin hingga di tempat yang sesuai lalu akan berkecambah menjadi protonema kemudian akan menjadi tumbuhan lumut. Nah siklus ini akan terus berulang pada fase hidup tumbuhan lumut.

Baca Juga :   Sendi Peluru : Pengertian, Struktur, Fungsi dan Kelainan yang Terjadi

b. Metagenesis Tumbuhan Paku

Tumbuhan paku mempunyai tingkat yang lebih unggul daripada tumbuhan lumut. Hal ini diketahui dari struktur yang dipunya kedua tumbuhan tersebut. Pergantian keturunan melalui fase seksual menuju fase aseksual terjadi juga pada tumbuhan paku. bila tumbuhan lumut adalah tumbuhan gametofit, maka pada tumbuhan paku malah sebaliknya. Tumbuhan paku akan tumbuh menempel pada lingkungan yang lembab adalah tumbuhan sporofit (tumbuhan yang memberi hasil spora).

Bila kamu pernah mencermati tumbuhan paku, maka pasti kamu akan menemukan bintik–bintik coklat yang terletak di bawah daun–daun tumbuhan paku. Fase gametofit di tumbuhan paku bekerja sangat singkat. Sementara pada fase sporofit adalah fase yang dominan. Semua daun tumbuhan paku tidak mengandung spora di bagian permukaan bawah. Daun yang mempunyai spora disebut sporofil, sementara daun yang tidak mempunyai spora fungsinya untuk berfotosintesis yaitu disebut tropofil. Tetapi ada daun fotosintesis yang mempunyai spora dibawahnya yang disebut troposporofil.

Spora–spora pada tumbuhan paku terbungkus oleh sporangium. Sporangium-sporangium dilindungi jaringan luar yang disebut indusium. Saat spora matang, maka lapisan pelindung menjadi pecah dan membebaskan spora. Tumbuhan paku mempunyai habitat sama dengan tumbuhan lumut. Saat spora jatuh pada tempat yang sesuai yaitu lembab, maka spora tersebut akan berkecambah dan menjadi protalium yang disebut fase gametofit pada tumbuhan paku. Protalium telah menghasilkan sel–sel gamet yaitu jantan dan betina. Fertilisasi pada sel gamet jantan maupun betina akan menghasilkan zigot yang kemudian akan berkembang menjadi tumbuhan paku muda. Tumbuhan paku yang sudah terbentuk ini akan kembali menghasilkan spora–spora, dan mengulangi siklus hidup yang terjadi pada tumbuhan paku.

2. Metagenesis Pada Hewan

Hewan mempunyai tingkat rendah saat pergantian keturunan mulai dari fase seksual menuju fase aseksual. Contohnya adalah kelompok coelenterata (hewan berongga), antara lain seperti ubur–ubur dan obelia. Ubur – ubur yang kita ketahui merupakan fase gametofit atau fase hasil sel gamet. Ubur – ubur hanya menghasilkan sejenis sel gamet, artinya ada ubur–ubur jantan juga ubur–ubur betina. Saat sel sperma membuahi sel ovum, maka akan membentuk zigot kemudian berkembang menjadi larva berflagel.

Larva ubur–ubur tersebut mencari tempat cocok untuk melanjutkan perkembangbiakan. Saat larva berflagel sudah menemukan tempat cocok maka larva tersebut menempel di dasar perairan (sesil) dan tumbuh berkembang membentuk polip, yang disebut fase aseksual. Fase ini ditandai adanya bentuk misal pohon yang bercabang–cabang. setiap batang akan mempunyai polip yang akan membentuk ubur–ubur.

Sekian artikel tentang definisi metagenesis beserta contohnya. Tetap semangat belajar ya sebab belajar itu mudah.

Baca juga :