Debat : Pengertian, Tujuan, Unsur, Ciri-Ciri, Jenis, Struktur dan Tata Caranya Terlengkap

Posted on
Debat : Pengertian, Tujuan, Unsur, Ciri-Ciri, Jenis, Struktur dan Tata Caranya Terlengkap
5 (100%) 1 vote[s]

Debat : Pengertian, Tujuan, Unsur, Ciri-Ciri, Jenis, Struktur dan Tata Caranya Terlengkap

Debat adalah peristiwa/ kegiatan dengan cara mengadu argumentasi antara kedua belah pihak maupun lebih yang sifatnya perorangan maupun kelompok dalam mendiskusikan serta memutuskan suatu masalah dan juga perbedaan. Dalam pembahasan pada artikel kali ini kita akan mengulas dan menjelaskan mengenai debat.

Menurut kamus besar bahasa Indonesia (KBBI), debat adalah sebuah pembahasan tentang suatu hal dengan cara saling memberikan alasan guna mempertahankan argumentnya masing–masing.

Debat mempunyai arti sangat luas, para ahli menyusun dari pengertian debat menurut pemikiran serta kajian literasi. Berikut ini pengertian debat berdasarkan para ahli.

Pengertian Debat Menurut Para Ahli

1. Menurut Asidi Dipodjojo

Seorang ahli tersebut berpendapat di dalam bukunya yang berjudul ‘Komunikasi Lisan’, debat adalah suatu proses komunikasi yang dilaksanakan secara lisan guna mempertahankan sebuah gagasan atau pendapat.
Dalam sebuah debat, maka setiap pihak tersebut berhak dalam mengajukan pendapatnya serta memberikan alasan sehingga pihak lawan maupun pihak yang tidak setuju tersebut bisa menerima dan juga berpihak kepadanya.

2. Menurut G. Sukadi

Di dalam sebuah buku mengenai public speaking yang di tulis dari seorang ahli bernama G. Sukardi tersebut, bahwa debat artinya kegiatan yang saling beradu pendapat antar pribadi ataupun antar kelompok orang yang tujuannya guna mencapai sebuah kemenangan ataupun kesepakatan.

3. Menurut Guntur tarigan

Di dalam bukunya dengan judul ‘Retorika’, debat adalah saling mengadu argumentasi baik secara pribadi maupun kelompok mengenai suatu hal tertentu guna mencapai kemenangan satu pihak.

Tujuan Debat

Debat mempunyai sejumlah tujuan yakni:

  1. Meraih kemenangan dari argumentasi demi mendukung sesuatu yang memang ingin ditegakkan maupun dijalankan.
  2. Untuk menunjukkan sebuah kebenaran dari sesuatu yang sedang menjadi masalah, menimbulkan pro dan juga kontra, dan sebagainya.
  3. Dan tujuan dalam melakukan debat juga bergantung dari peserta serta anggota yang telah diundang, mosi/ permasalahan, waktu dan juga tempat debat.
  4. Melatih mental maupun keberanian dalam mengemukakan pendapatan dihadapan umum.
  5. Melatih mematahkan sebuah pendapat lawannya debat.
  6. Meningkatkan sebuah kemampuan saat merespon suatu masalah.
  7. Melatih guna bersikap kritis dari semua materi yang diperdebatkan.
  8. Memantapkan sebuah pemahaman konsep terhadap materi yang diperdebatkan.

Unsur Unsur Debat

Debat mempunyai sejumlah unsur, diantaranya:

1. Mosi adalah topik atau hal yang sedang di debatkan dengan mengandung beberapa hal yang sifatnya konvensional. Dini terdapat pro dan kontra, jadi mosi ini sangat penting dalam debat.
2. Tim pro/ afirmatif ialah tim yang setuju dari hal yang sedang diperdebatkan (mosi)
3. Tim negative maupun oposisi/ kontra ialah tim yang tidak setuju maupun menentang mosi yang sedang diperdebatkan. Tim ini terkdang terdiri atas tiga orang.
4. Tim netral ialah tim yang memberikan dua sisi baik dalam mendukung maupun menyanggah dari topic yang diperdebatkan.
5. Moderator ialah orang sedasng memimpin serta membantu jalannya perdebatan. Tugasnya diantaranya membacakan tata tertib debat, memperkenalkan dari masing–masing pihak serta menyampaikan mosi yang akan di bcarakan.
6. Penulis ialah orang yang akan menulis kesimpulan dari debat.

Baca Juga :   Desa : Pengertian, Ciri, Lembaga Kepemimpinan, Unsur dan Sistem Pembagiannya Lengkap 

Ciri Ciri Debat

Adapun ciri–ciri dari debat yakni sebagai berikut:
1. Memiliki dua sudut pandang yakni afirmatif maupun pihak yang setuju dengan topik debat dan juga negatif maupun sebagai pihak yang tidak setuju dengan topik debat.
2. Adanya proses yang saling mempertahankan pendapat antara 2 belah pihak.
3. Adanya saling adu argumentasi guna tujuannya mendapatkan kemenangan.
4. Hasil debat didapat melewati voting dan keputusan juri.
5. Adanya sesi tanya jawab yang bersifat terbatas dan bertujuan guna menjatuhkan pihak lawan.
6. Terdapat pihak yang bertugas sebagai penengah yang dilaksanakan oleh moderator.

Jenis-Jenis Debat

Berdasarkan metodenya, bentuknya, dan maksud debat dibedakan menjadi 3 macam yakni:

  1. Debat Majelis atau Parlementer (Assembly Debating or Parlementary)
    Maksud dan tujuan dari debat jenis ini ialah untuk memberi maupun menambahi dukungan untuk suatu undang-undang khusus dan seluruh anggota yang ingin mengungkapkan sebuah pandangan dan pendapatnya yang berbicara mendukung atau menentang usul itu sesudah memperoleh izin dari majelis.
  2. Debat Pemeriksaan ulangan guna mengetahui kebenaran pemeriksaan yang terdahulu (cross-examination debating)
    Maksud dan tujuan perdebatan ini ialah mengajukan sejumlah pertanyaan antara satu sama lain berkaitan, sehingga menyebabkan para individu yang telah diberikan pertanyaan akan menunjang posisi yang ditegakkan dan diperkokoh dari si penanya.
  3. Debat Formal, Debat Pendidikan atau Konvensional (Formal, Educatttional Debating or Conventional)
    Merupakan jenis debat dengan tujuan memberi kesempatan untuk kedua tim pembicara dalam mengungkapkan kepada pendengar sejumlah argument yang menunjang maupun membantah suatu usul. Setiap pihak yang diberi waktu yang sama untuk pembicara-pembicara konstruktif serta bantahan.

Debat kompetitif dalam pendidikan tidak sama seperti debat yang sebenarnya di parlemen, debat kompetitif ini tujuannya untuk menghasilkan keputusan yang lebih mengarah pada pengembangan kemampuan dikalangan peserta debat, kemampuan tersebut seperti mengutarakan pendapat yang masuk akal, jelas serta terstruktur, lalu mendengarkan pendapat berbeda, dan terkadang kemampuan dalam berbahasa asing.

Tata Cara Debat

Berikut ini ialah tata cara debat dengan baik:

  • Pertanyaaan atau tantangan seharusnya dikemukakan dengan profesional, tidak merendahkan lawan, tidak menghina lawan, atau berkomentar menyerang pribadi tidak bisa diterima.
  • Analisisi kritis, keterampilan retorika/ berbicara dan intelijensia, sintesis, atau tidak terbata-bata.
  • Fokus terhadap posisi pihak lawan/ argument lawan. Harus tahu kelemahan serta kelebihan lawan yang termasuk hal penting pada strategi kesalahan logis serta dipakai secara efektif untuk menyangkal argumen pihak lawan.
  • Batasan mengungkapkan sebuah argumen adalah tiga poin.
  • Memakai logika dalam menyusun serta menyampaikan argumen maupun pernyataan.
  • Mengetahui kesalahan secara umum dalam berpikir misalnya kesalahan logis dan memakai dengan efektif dalam menyangkal sebuah argumen lawan.
  •  Menyajikan isi maupun materi dengan akurat. Memakai selalu konton (fakta/data) yang berkaitan dan mendukung pandangan.
  • Memastikan kesahihan seluruh bukti eksternal yang dihadapkan dalam argumen.
  • Kesimpulan dalam debat termasuk kesimpulan final. Jadi, gunakan itu sebagai kesempatan guna menyangkal maupun memojokkan lawan.

Struktur Debat

Berikut adalah struktur debat yang baik:

1. Pengenalan

Pada struktur ini, maka setiap tim baik tim oposisi, tim afirmasi, dan tim netral harus memperkenalkan diri.

2. Penyampaian Argumantasi

Dalam penyampaian argumen ini, maka setiap tim harus menyampaikan argumentasi pada topik yang dimulai oleh tim afirmasi, kemudian tim oposisi dan diakhiri bersama tim netral.

3. Debat

Pada debat, maka masing-masing tim memberikan sebuah komentar argumentasi dari tim yang lain.

4. Simpulan

Pada kesimpulan, tiap tim memberikan ungkapan sebuah penutup terhadap pernyataan topik yang selaras dengan posisinya.

Jadi, debat adalah mengadu argumentasi antar kedua belah pihak/ lebih dengan tujuan memecahkan masalah yang diperdebatkan. Demikianlah pembahasan tentang debat, semoga bisa menambah wawasan & pengetahuan kalian serta bisa mempraktekkannya disekolah maupun dalam forum resmi. Terimakasih telah berkunjung.

Baca juga: