Cara Membuat Laporan PKL : Pengertian, Tujuan, Pedoman dan Contohnya lengkap

Posted on
Cara Membuat Laporan PKL : Pengertian, Tujuan, Pedoman dan Contohnya lengkap
5 (100%) 1 vote[s]

Cara Membuat Laporan PKL, Prakerin, Atau Magang Lengkap

Cara Membuat Laporan PKL – Panduan membuat laporan PKL atau magang/prakerin dimaksudnya untuk memudahkan para siswa atau mahasiswa, dalam pelaksanaan program magang sehingga akan mendaat manfaat yang optimal dalam kegiatan tersebut. tujuan dari pedoman ini adalah :

Cara Membuat Laporan PKL

  1. Tersedianya definisi yang jelas mengenai prorgam PKL/prakerin dan syarat yang harus dipenuhi untuk melaksanakan kegiatan itu.
  2. Tersedianya beberapa tahapan yang harus dilakukan oleh para siswa dan mahasiswa, dalam membimbing pelaksanaan program PKL.
  3. Tersedianya beberapa tahapan dan tata cara dalam melakukan penelitian, dalam rangka sikripsi yang berdasarkan kaidah ilmiah.
  4. Tersediannya tata cara dalam penulisan laporan PKL/prakerin yang berdasar pada bahasa Indonesia yang baik dan benar.
  5. Tersedianya kriteria penilaian yang jelas untuk memudahkan evaluasi atas pelaksanaan magang dan dalam menyusun tugas akhir.

Istilah Dalam Pedoman Cara Pembuatan Laporan PKL

Dalam pedoman ini yang dimaksud dengan :

  1. Program PKL. Adalah program latihan atau praktek kerja di suatu lembaga atau organisasi perusahaan yang setara dengan tiga satuan kredit semestar atau SKS, kegiatan akademik yang dimana 1 SKS dalam bentuk perkuliahan serta 2 SKS dalam bentuk praktek/latihan kerja di luar kampus yang bisa membantu mahasiswa dalam melakukan dunia kerja nyata.
  2. Proposal program PKL. Adalah rencana pelaksanaan praktek atau latihan kerja, yang sekurang-kurangnya berisi tentang tujuan, tempat PKL, rencana kegiatan, waktu kegiatan dan biaya PKL
  3. Laporan program PKL. Adalah karya ilmiah yang dihasilkan melalui kegiatan PKL di lembaga keuangan syariah atau lembaga non keuangan, seperti misalnya perusahaan, kantor akuntan publik, lembaga konsultan manajemen maupun institusi pembuat kebijakan dan pemerintahan.
  4. Pembimbing Lapangan. Adalah dosen yang ditunjuk oleh Ketua Program Stuci untuk mengarahkan mahasiswa, dalam melakukan PKL di lembaga atau organisasi supaya bisa melaksanakan PKL sesuai dengan harapan lembaga, atau organisasi di tempat PKL.

Landasan Hukum Magang/PKL

  1. Undang-undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional;
  2. Peraturan Pemerintah No. 60 Tahun 1999 tentang Pendidikan Tinggi;
  3. Surat Keputusan Direktur Jenderal Kelembagaan Agama Islam Nomor DJ.II/548/2003 tentang Izin Penyelenggaraan Program Studi Manajemen Keuangan Syariah, Akuntansi Syariah, dan Program Studi Ilmu Ekonomi Syariah Program Sarjana (S1);

Maksud Dan Tujuan Program PKL

Maksud dari program PKL ini dalah untuk memberi pengalaman kerja bagi setiap mahasiswa, di lembaga/organisasi/perusahaan sehingga bisa membandingkan antara ilmu yang diperoleh di tempat kuliah dan di tempat PKL.

Lokasi Program PKL

Mengacu pada tujuan program PKL, yang memberi pengalaman kerja bagi mahasiswa maka program ini dapat dilakukan di tempat-tempat berikut :

  1. Perusahaan atau lembaga bisnis yang dikelola dengan cara syariah, baik dalam sektor keuangan atau sektor riilnya. Perusahaan atau lembaga bisnis ini minimal memiliki karyawan 25 orang.
  2. Lembaga penelitian atau konsultan khususnya tapi tidak terbatas pada yang memfokuskan dalam kajian ekonomi syariah.
  3. Lembaga dakwah yang memiliki program pemberdayaan ekonomi masyarakat.
  4. Lembaga penelitian dan lembaga dakwah itu harus beroperasi minimal lima tahun.

Kegiatan PKL

Kegiatan dalam program PKL diantara satu mahasiswa dengan mahasiswa yang lainnya berbeda, sesuai dengan kebutuhan organisasi atau lembaga di tempak PKL. Tak ada ketentuan yang baku yang mengatur mengenai kegiatan ini, tetapi selama masa PKL mahasiswa harus berkonsultasi dengan rutin dengan dosen pembimbing serta pembimbing lapangan yang terkait dengan kegiatan PKL. Mahasiswa mulai menyusun laporan magang diharapkan dengan data yang dibutuhkan untuk laporan PKL, bisa didapatkan dengan mudah dalam masa program PKL tersebut.

Laporan Program PKL

Peserta program PKL ini wajib menyusun laporan yang menggambarkan kegiatan yang dilakukan selama PKL, temuan serta analisis atas temuan-temuan yang dimaksud. Laporan prakerin mempunyai bobot 2 SKS. Isi laporan ini harus :

  • Bersifat analisis deskriptif pada kegiatan yang dilaksanakan selama PKL.
  • Ditulis dalam bahasa Indonesia/Arab/Inggris yang baik dan benar.

Isi laporan terdiri dari :

  1. Pendahuluan. Yang isinya merupakan latar belakang mengapa dilakukan program PKL, tujuan dan sistematika penulisannya.
  2. Gambaran umum mengenai tempat PKL. Isinya adalah sejarah berdirinya tempat PKL misalnya perusahaan/instansi, visi dan misi, ruang lingkup bisnis, tugas dan fungsi serta perkembangan usaha.
  3. Tinjauan PKL. Yang menjelaskan tempat dan waktu PKL, deskripsi divisi atau bagian tempat PKL dan deskripsi kerja (job description).
  4. Kegiatan serta pembahasan yang menjelaskan tentang kegiatan yang dilakukan selama mengikuti program PKL, serta pembahasan atas temuan khususnya yang berhubungan dengan teori terkait yang dipahami dengan praktek di tempat PKL.
  5. Penutup yang isinya berupa kesimpulan dan saran, baik untuk perusahaan atau instansi tempat PKL maupun untuk perbaikan program PKL yang berikutnya.

Sistematika Atau Cara Pembuatan Laporan PKL

Penyajian dalam sistematika pembuatan laporan PKL adalah sebagai berikut :

Bagian Depan Laporan PKL

Judul

Biasanya judul dirumuskan ke dalam satu kalimat yang ringkas, komunikatif, dan afirmatif. Judul juga harus mencerminkan ruang lingkup PKL, tujuan PKL, tema PKL. Sampul pada laporan PKL isinya adalah : (1) tulisan “LAPORAN PKL” (2) judul (yaitu divisi atau bagian penempatan PKL dan nama institusi tempat PKL), (3) identitas penulis, (4) logo kampus, (5) Program Studi (tidak disingkat), dan (6) tahun penulisan.

Penulisan judul laporan PKL juga dibuat ke dalam dua bentuk, yaitu bentuk sampul luar (hard cover) dan sampul dalam. Bagian sampul luar laporan isinya adalah : (1) judul (dicetak dengan HURUF KAPITAL SEMUA dan tidak boleh menggunakan singkatan, jika ada sub-judul, maka yang ditulis dengan huruf besar hanya huruf awal dari setiap kata, (2) identitas penulis, (3) logo kampus, (4) Program Studi, dan (5) tahun penulisan. Dan sampulnya berisi (1) judul, (2) kegunaan penulisan, (3) identitas penulis, (3) Program Studi (tidak disingkat), dan (4) tahun penulisan.

Pernyataan Mengenai Keaslian Laporan PKL

Halaman ini tersedia untuk pernyataan yang dibuat oleh penulis. Isi pernyataan biasanya terdiri dari pernyataan mengenai keaslian laporan PKL, pengutipannya berdasar pada kaidah yang berlaku dalam masyarakat keilmuan dan kesediaan dalam menerima sangsi bila isi laporan PKL skripsi yang tidak sesuai dengan apa yang dinyatakan.

Baca Juga :   Teks Karya Ilmiah : Pengertian, Struktur, Bentuk dan Contohnya Lengkap
Halaman Persetujuan Pembimbing

Kedudukan pada tim pembimbing ini ditempatkan dalam halaman yang khusus. Untuk nama tim pembimbing harus ditulis dengan lengkap dan juga benar. Begitu juga dengan gelar akademi ataupun gelar yang lainnya. Supaya tidak terjadi kekeliruan maka mahasiswa yang bersangkutan harus mengadakan konsultasi yang khusus, dengan pihak kampus. Persetujuan dari pembimbing dibuat untuk mengikuti seminar proposal.

Halaman Pernyataan Persetujuan Publikasi

Halaman pernyataan ini isinya adalah pernyataan yang memuat persetujuan untuk memberi izin kepada pihak kampus, untuk menyimpan, mengalihmedia, mengelola dalam bentuk pangkalan data (database), merawat, dan mempublikasikan laporan PKL selama tetap mencantumkan nama mahasiswa yang menjadi penulis/pencipta dan juga sebagai pemilik Hak Cipta beserta perangkat yang ada (jika diperlukan. Dengan hak bebas Royalti Non-ekslusif.

Kata Pengantar

Isi dari kata pengantar adalah uraian yang mengantarkan pembaca pada beberapa kegiatan yang dilakukan dalam PKL, dan permasalahan yang dihadapi. Dalam kata pengantar tersebut bisa juga dikemukakan ucapan terima kasih serta apresiasi mahasiswa, pada beberapa pihak yang telah membantu dalam menyelesaikan karya ilmiahnya. Ucapan terima kasih ditulis secara singkat saja, dan sebaiknya tidak menjadi bagian yang terpisah. Bahasa yang digunakan adalah bahasa yang formal dan sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar.

Daftar Isi

Berupa penyajian secara rinci yang berisi laporan PKL. Fungsinya untuk memudahkan pembaca dalam mencari judul atau sub isi yang ingin dibacanya. Oleh sebab itu judul dan sub judul yang ditulis dalam daftar isi harus langsung ditunjukkan nomoh halamannya.

Beberapa nomor untuk halaman awal sebelum BAB I digunakan dalam angka Romawi kecil contohnya  i, ii, iv, dst. Dan dari halaman pertama BAB I sampai dengan halaman terakhir dari karya tulis ilmiah digunakan angka dalam bahasa Indonesia contohnya 1,2,3, dst. Penempatan nomor diletakkan di bagian kanan atas yang jaraknya 2 cm dari atas dan bawah.

Daftar Tabel

Fungsinya adalah untuk menyajikan tabel dengan cara yang berurutan mulai dari tabel pertama, sampai tabel terakhir yang terdapat pada proposal skripsi. Penulisan daftar tabel ini menggunakan dua angka yang masing-masing menyatakan nomor urut tabel dan nomor urut bab dalam skripsi.

Contoh : Tabel 1.3, artinya tabel nomor 3 yang ditulis pada Bab I. Setiap nomor urut tabel pada daftar tabel diberi nomor halaman yang menunjukkan pada halaman mana tabel itu terletak. Judul tabel pada daftar tabel ditulis dengan HURUF BESAR untuk setiap huruf awal dari setiap kata, begitu juga di dalam naskah.

Daftar Gambar

Fungsinya adalah untuk menyajikan gambar dengan cara yang berurutan. Penulisan nomor urut gambar juga menggunakan angka seperti dalam daftar tabel. Judul gambarnya ditulis dengan huruf besar, pada setiap huruf awal dari setiap kata sama halnya dengan penulisan judul tabel. Setiap judul gambar disertai dengan nomor urut halaman tempat gambar itu berada.

Bagian Isi Dalam Laporan PKL

Bab. I Pendahuluan

Bab I tentang pendahuluan ini adalah bagian awal dari laporan PKL. Pendahuluan ini juga berisi latar belakang PKL, tujuan, manfaat dan sistematika penulisan.

Bab II. Gambaran Umum Tempat Penelitian (disebutkan lembaganya)

Bab II isinya tentang sejarah berdirinya lembaga tempat PKL, visi dan misi lembaga, ruang lingkup dan bidang usaha dan perkembangan tempat PKL. Laporan PKL ini menggunakan metodologi kepustakaan yang bisa mengungkap objek studi penelitian di dalam bab ini. Studi pada objek penelitian ini bisa meliputi studi biografi, dan juga deskripsi lembaga/organisasi. Tujuan dari studi objek penelitian tersebut adalah untuk mempertajam peneliti. Dalam menganalisis konsep dari tokoh/lembaga/organisasi yang bersangkutan.

Bab III. Tinjauan Tempat PKL

Isinya adalah tentang deskripsi struktur organisasi atau bagian atau divisi tempat PKL dan job description di masing-masing bagian.

Bab IV. Hasil dan Pembahasan

Isinya adalah kegiatan yang dilakukan di tempat PKL yang menggambarkan perbandingan antara job description dengan praktiknya. Lalu mahasiswa akan menarik nilai positif yang dapat diambil dari tempat PKL.

Bab V. Penutup

Pada bagian bab ini peneliti akan mengungkapkan kesimpulan dari hasil PKL dan juga saran yang dihasilkan sebagai implikasi dari kegiatan PKL.

Bagian Akhir

Daftar Pustaka

Daftar pustaka biasanya memuat semua sumber yang tertulis, misalnya buku, artikel jurnal, dokumen resmi, atau sumber-sumber lain dari internet) atau tercetak (misal Compact Disk, Video, Film atau Kaset) yang pernah dikutip dan digunakan dalam penulisan laporan PKL. Seluruh sumber tertulis atau tercetak yang tercantum di dalam uraian, juga harus dicantumkan di dalam daftar pustaka. Sumber yang tidak pernah digunakan dalam penulisan karya tulis ilmiah itu tidak dikutip. Dan tak perlu dicantumkan dalam daftar pustaka meskipun pernah dibaca oleh peneliti.

Cara menulis daftar pustaka harus berurutan secara alfabetis. Dengan sumber tertulis atau tercetak yang memakan tempat, lebih dari satu baris ditulis dengan jarak antar baris atau spasi. Sedangkan jarak diantara sumber yang tertulis yang saling berurutan adalah dua spasi.

Lampiran-Lampiran

Lampiran yang berisi dokumen yang digunakan dalam penulisan laporan PKL dan juga penulisan hasilnya menjadi satu laporan PKL saja. Yang harus dilampirkan hanya data/informasi pendukung dari laporan PKL, misalnya catatan pekerjaan, dokumen pendukung, foto dan dokumen-dokumen lainnya. Pada setiap lampiran diberi nomor urut yang sesuai dengan urutan penggunaannya. Bukan hanya diberi nomor urut, tetapi lampiran juga diberi judul. Nomor urut ini akan memudahkan para pembaca dalam menghubungkannya dengan bab terkait. Jika nomor urut pada lampiran terdiri atas dua angka dan diselang dengan satu tanda penghubung, yang dimana angka depannya menyatakan nomor urut bab yang berkaitan dan angka belakang yang menyatakan nomor urut pada lampiran. Contohnya lampiran 1.2 yang artinya lampiran 2 dari bab I. 

Riwayat Hidup

Riwayat hidup dibuat dengan lebih padat dan hanya menyampaikan beberapa hal yang relevan dengan kegiatan akhir ilmiah. Tidak semua informasi mengenai yang bersangkutan saja, tapi juga meliputi beberapa hal seperti nama lengkap, tempat dan tanggal lahir, riwayat pendidikan, riwayat pekerjaan dan jabatan bila telah bekerja atau aktif pada organisasi kemahasiswaan, prestasi-prestasi yang pernah dicapai, dan karya ilmiah atau publikasi yang telah dihasilkan atau diterbitkan. Riwayat hidup juga dibuat dengan gaya butir per butir dan bisa juga dibuat dengan gaya esei yang padat.

Penilaian PKL

Penilaian dalam PKL dilakukan oleh dosen pembimbing dan pembimbing di lapangan tempat PKL. Dosen pembimbing akan menilai laporan PKL, sedangkan pembimbing lapangan akan menilai kinerja mahasiswa selama praktek/latihan kerja atau PKL. Unsur-unsur yang dinilai meliputi hal berikut :

1. Aspek kognitif yang mencakup :

  • Penguasaan ilmu yang dilihat dari beberapa diskusi diantara pembimbing lapangan dan peserta PKL selama mengikuti PKL.
  • Kemampuan dalam mengidentifikasi masalah serta solusinya.
  • Daya tangkap atau serap.

2. Aspek afektif mencakup :

  • Disiplin dan tanggung jawab
  • Komitmen dan integritas
  • Menghargai dan menghormati (kesopanan)
  • Kreativitas
  • Kerjasama dengan tim
  • Penampilan dan kerapihan busana

3. Aspek psikomotorik mencakup :

  • Keahlian dan keterampilan;
  • Penguasaan komputer dan teknologi informasi
  • Inovasi dan kreativitas;
  • Produktivitas dan penyelesaian tugas

Penyusunan Proposal

Penyusunan Laporan PKL

Demikian cara membuat laporan PKL dengan lengkap. Semoga informasi ini dapat membantu anda dalam menyusun laporan PKL yang benar. Serta memberi manfaat bagi semua pembaca.

Baca Juga :