Cara Beradaptasi Hewan dengan Lingkungannya Terlengkap

Posted on
Cara Beradaptasi Hewan dengan Lingkungannya Terlengkap
5 (100%) 1 vote[s]

Cara Hewan Menyesuaikan Diri dengan Lingkungannya

Cara beradaptasi hewan dengan lingkungannya – salah satu kunci supaya bahagia ialah saat kita ada di tempat yang nyaman. Tidak hanya manusia, hewan serta tumbuhan juga melaksanakan adaptasi demi kelangsungan hidupnya. Adaptasi hewan berkaitan dengan bentuk tubuh yang mereka punya guna mencari mangsa/ makanan yang berhubungan perlindungan diri dari sejumlah gangguan predator yang memangsanya.

Macam Macam Adaptasi Hewan

Pada umumnya, adaptasi hewan bergantung dari pengelompokan hewan yang terdiri atas tiga macam, yakni adaptasi morfologi, fisiologi serta adaptasi tingka laku. Berikut macam-macam adaptasi hewan serta cara beradaptasi hewan dengan lingkungannya :

1. Adaptasi Morfologi

Morfologi artinya adalah bentuk. Jadi, adaptasi morfologi adalah penyesuaian dari bentuk tubuh makhluk hidup/ bagian-bagian tubuh makhluk hidup pada lingkungan tempat tinggalnya.
Contoh bagian tubuh yang dipakai untuk beradaptasi ialah bentuk paruh baik unggas maupun burung, bentuk kaki, bentuk ekor, bentuk kepala, atau bagian bentuk tubuh lainnya. Bentuk-bentuk inilah yang memudahkan hewan mencari mangsanya.

Adaptasi morfologi ini dibagi menjadi dua, yakni :

  1. Adaptasi morfologi dari jenis makanan – disebabkan adanya sebuah perbedaan tentang cara mengambil dan mendapatkan makanan serta karena perbedaan jenis makanan antara hewan satu sama hewan lain.
  2. Adaptasi morfologi dari jenis habitat – disebabkan adanya perbedaan jenis habitat yang memang terdapat perbedaan habitat antar tumbuhan ataupun hewan.

2. Adaptasi Fisiologi

Adaptasi fisiologi ialah penyesuaian fungsi alat tubuh tertentu terhadap makhluk hidup dengan kondisi/ keadaan lingkungannya. Fungsi ini mencakup fungsi organ dalamtubuh makhluk hidup, misalnya jantung yang menyesuaikan adanya perubahan suhu udara yang biasanya terjadi secara ekstrim, dll.

3. Adaptasi Tingkah Laku

Adaptasi tingkah laku berhubungan dengan adaptasi guna melindungi diri terhadap serangan predator/ pemangsa. Selain tersebut, guna menyesuaikan dengan lingkungan dan mempertahankan diri terhadap marabahaya yang sedang mengintai serta menjaga kelestarian hidupnya.

Adaptasi Hewan Dengan Lingkungannya

1. Adaptasi Morfologi pada Jenis Makanan

Bentuk paruh dan kaki burung serta unggas lain, diantaranya:

  • Paruh ayam bentuknya rungcing dan kecil untuk mematuk jenis biji-bijian dan hewan kecil sebagai makanannya.
  • Paruh bebek bentuknya sudu/ serupa dayung untuk mencari makanan dilumpur.
  • Paruh burung elang bentuknya runcing dan panjang untuk mengoyak makanan daging.
  • Paruh burung pelican ukuran besar dan berkantong untuk menangkap ikan.
  • Paruh buruh kolibri bentuknya runcing, panjang dan kecil untuk menghisap nectar Bunga.
  • Kaki bebek berselaput untuk memudahkan berenang & berdiri diatas lumpur.
  • Kaki ayam bentuknya panjang dan tegak untuk mengais makanan ditanah.
  • Kaki elang bentuknya berakar dan pendek untuk mencengkeram mangsanya.
  • Kaki burung kakatua dan pelatuk dua jarinya mengarah didepan dan dua jari lain mengarah belakang untuk memanjat pohon.
    Mulut serangga bentuknya secara umum dibagi 4, yakni : tipe mulut penghisap & penusuk, tipe mulut penghisap, tipe mulut penjilat & penghisap, serta tipe mulut penggigit, seperti semut.
    Mamalia mempunyai bentuk gigi berbeda, yakni disesuaikan pada bentuk makanan hewannya, diantaranya:
  • Jenis mamalia herbivore/ pemakan rumput serta pemamah biak/ ruminansia. Gigi serinya berbentuk kapak untuk menjepit dan memotong makanan. Gigi geraham berbentuk datar dan lebar untuk menggiling makanan.
  • Jenis mamalia karnivora/ pemakan daging. Gigi gerahamnya tajam untuk mengunyah daging keras dan a lot.
  • Jenis mamalia rodentia/ penggerat. Gigi serinya besar untuk meggerat makanan.
Baca Juga :   Sendi : Pengertian, Macam-Macam, Contoh dan Jenis Pergerakan Sendi

2. Adaptasi Morfologi pada Jenis Habitat

  • Seluruh jenis ikan habitatnya di air (baik tawar ataupun laut). Tubuh ikan cenderung ramping & aerodinamis untuk memudahkan ikan berenang bebas.
  • Unta habitatnya di gurun pasir gersang dan panas. Punuk unta untuk menyimpan cadangan makanan. Kaki unta panjang supaya tidak terperosok dipasir. Bentuk kaki bantalan agar kuat dipasir yang panas.
  • Beruang kutub habitatnya di daerah es dan berkutub. Kakinya besar untuk berjalan di area salju. Bulunya tebal dan hangat guna melindungi diri pada dinginnya suhu es.

3. Adaptasi Fisiologi pada Hewan

Nyamuk ialah hewan penghisap darah baik manusia/ hewan. Nyamuk mempunyai zat antikoagulan untuk menjaga darah tetap cair. Hewan herbivore mempunyai jenis enzim seluase untuk mencerna daun yang terkandung serat banyak.

4. Adaptasi Tingkah Laku Hewan

  • Bunglon melakukan mimikri (penyesuaian warna tubuh) terhadap lingkungan untuk mengelabuhi mangsa/ musuh.
  • Cicak melakukan autotomi (pemutusan ekor) ketika dalam kondisi bahaya
  • Penguin hidup menggerombol untuk adaptasi di daerah suhu dingin
  • Kerbau mandi di lumpur/ sungai untuk mengurangi panas dalam tubuhnya
  • Burung-burung jenis tertentu pindah tempat yang dominan hangat ketika musim dingin untuk mendapatkan makanan. Jika musim dingin daerah asal sudah selesai maka ia akan kembali lagi ditempat asalnya.
  • Rayap mempunyai adaptasi tingkah laku unik yang tidak perankan oleh hewan lain. Rayap akan memakan kulitnya kembali yang terkelupas ketika melakukan pergantian kulit. Hal ini dijalankan agar rayap mendapatkan enzim pencerna selulosa di kayu, dimana enzim tersebut dihasilkan oleh Flagellata pada pencernaan hidup rayap.

Oleh karena itu, rayap memakan kembali lagi bagian kulit serta ususnya yang sudah terkelupas. Selain itu, penetasan pada bayi rayap yang baru nantinya akan menjilati dubur induknya guna mendapatkan Flagellata pada saluran pencernaan induknya supaya masuk dalam saluran pencernaannya.

Itulah cara beradaptasi hewan dengan lingkungannya untuk mempertahankan diri terhadap marabahaya yang telah mengintai mereka serta untuk menjaga kelestarian hidupnya. Semoga menambah wawasan kalian dan terimakasih.

Baca juga: