9 Contoh Simbiosis Amensalisme Pada Tumbuhan dan Pengertiannya

Posted on
9 Contoh Simbiosis Amensalisme Pada Tumbuhan dan Pengertiannya
5 (100%) 1 vote[s]

9 Contoh Simbiosis Amensalisme Pada Tumbuhan dan Pengertiannya

9 Contoh Simbiosis Amensalisme Pada Tumbuhan – Manusia untuk dapat bertahan hidup pastinya membutuhkan bantuan dan perlu untuk berinteraksi dengan makhluk hidup lainnya. Hal itu juga berlaku pada tumbuhan, yang mana memerlukan interaksi dengan makhluk hidup lain atau lingkungan tempat mereka hidup. Hubungan interaksi dengan makhluk hidup lain ini menimbulkan dampak atau efek, dimana jenis-jenis interaksinya ada yang disebut dengan simbiosis. Simbiosis merupakan semua jenis interaksi yang dilakukan makhluk hidup antara dua organisme yang berbeda dalam satu lingkungan ekosistem yang sama.

Pada umumnya terdapat macam-macam simbiosis yang dapat digolongkan berdasarkan keuntungan atau kerugian yang diraih setiap simbion. Salah satunya yakni simbiosis amensalisme. Dalam bahasan kali ini kami akan menguraikan penjelasan mengenai amensalisme. Penjelasan tersebut akan disertai dengan 9 Contoh Simbiosis Amensalisme Pada Tumbuhan.

Pengertian Simbiosis Amensalisme dan Contohnya

Simbiosis amensalisme adalah hubungan timbal balik yang terjadi antara dua makhluk hidup yang mana satu pihak dirugikan dan pihak lainnya tidak dirugikan dan tidak diuntungkan yang artinya antara kedua organisme tersebut tidak terjadi apa-apa. Untuk lebih jelasnya berikut ini 9 Contoh Simbiosis Amensalisme Pada Tumbuhan.

1. Gulma dengan tumbuhan padi atau tanaman produksi lainnya

Tanaman gulma dapat mengeluarkan senyawa alelopati. Dimana berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, tanaman gulma jenis alang-alang merupakan satu-satunya tanaman yang memiliki efek alelopati paling kuat. Sehingga hal tersebut yang menyebabkan alang-alang dapat tumbuh dengan cepat dibandingkan dengan tanaman lainnya. Keberadaan gulma apabila tidak dengan cepat dikendalikan dan dibasmi, maka dapat menurunkan hasil panen suatu tanaman produksi.

2. Pohon walnut dengan tumbuhan disekitarnya

Selain gulma, pohon walnut juga dapat mengeluarkan senyawa alelopati, yang merupakan senyawa yang memiliki sifat kimia untuk dapat merusak atau menghambat proses pertumbuhan pada tanaman yang ada disekitarnya. Tujuan tanaman walnut mengeluarkan senyawa tersebut yaitu agar dapat menyerap nutrisi yang lebih bagus dari tanaman lain yang ada disekitarnya. Sehingga tanaman lain akan mengalami proses perkembangbiakan yang buruk.

3. Pohon pinus dengan tumbuhan disekitarnya

Sama seperti pohon walnut, pohon pinus juga dapat mengeluarkan senyawa alelopati. Sehingga jika kita amati dengan seksama ketika suatu lahan ditanami pohon pinus, maka tanaman lainnya tidak dapat tumbuh subur disekitar pohon tersebut. Namun, dengan adanya senyawa alelopati pada pohon pinus, maka dapat mempertahankan diri dari serangan patogen dari tanaman lain yang dapat merugikan.

Baca Juga :   Cara Berkembang Biak Hewan (Vegetatif, Generative dan Melahirkan) dan Contohnya Lengkap

4. Jamur penicillium sp dengan bakteri gram positif

Di dunia ini banyak berbagai macam jenis jamur dengan kandungan senyawa yang berbeda-beda. Terdapat jamur yang dapat dimakan atau menguntungkan, ada juga yaang beracun atau merugikan. salah satu jenis jamur yang bermanfaat bagi manusia yaitu jamur penicillium sp yang dapat digunakan sebagai antibiotik. Meskipun menguntungkan bagi manusia, jenis jamur ini dapat menghambat perkembangan dari bakteri gram positif. Bakteri ini adalah jenis bakteri yang menimbulkan jenis penyakit mematikan. Dalam prosesnya jamur pennicillium akan mengeluarkan senyawa alelopati yang dapat menghambat pertumbuhan atau mematikan perkembangan dari bakteri tersebut.

5. Rumput teki dengan tumbuhan disekitarnya

Contoh lain dari simbiosis amensalisme yaitu rumput teki dengan tanaman disekitarnya. Rumput ini sering disebut dengan suket yang dapat tumbuh dengan subur. Maka tidak heran apabila kita sering menjumpai rumput ini tumbuh dengan lebat dan cepat di pekarangan sekitar rumah. Hal tersebut dikarenakan rumput teki juga mengelurkan senyawa yang beracun sehingga tumbuhan disekitarnya mengalami hambatan untuk tumbuh dan berkembang.

6. Dinoflagellata dengan fitoplankton

Dinoflagellata merupakan mikroorganisme dari kelompok alga. Dinoflagellata memiliki bentuk yang unik, ada beberapa yang memiliki bentuk seperti diatome. Mikroorganisme yang satu ini dapat mengeluarkansenyawa alelokimia yang dapat berdampak buruk bagi binatang lain dan fitoplankton. Senyawa kimia yang dikeluarkan dapat merubah warna air laut menjadi merah kemudian menyebabkan hewan laut lainnya merasa terganggu dan dapat membunuh binantang laut tersebut.

7. Lantana dengan gulma anggur

Lantana merupakan tanaman bunga yang masuk pada golongan family verbenaceae yang pada umumnya banyak ditemukan di Amerika Selatan dan Tengah. Sama seperti pohon pinus dan pohon walnut tanaman lantana ini juga menghasilkan senyawa alelopati yang juga berdampak pada pertumbuhan dan perkembangan pada gulma anggur.

8. Brokoli dengan kubis

Brokoli termasuk sayuran yang mempunyai manfaat yang begitu banyak dalam kehidupan sehari-hari. Brokoli memiliki senyawa residu yang dapat mencegah jamur verticillium yang menyebabkan tanaman menjadi layu. Namun, senyawa tersebut tidak berlaku pada sayuran kubis, dimana dapat membuat kubis lebih cepat untuk membusuk. Maka dari itu tidak dianjurkan menyimpan brokoli ditempat yang sama dengan sayuran kubis.

9. Lamtoro dengan gandum

Lamtoro merupakan tumbuhan yang dapat ditemukan dengan mudah disekitar kita. Walaupun tanaman ini dapat memberikan manfaat untuk menyembuhkan beberapa penyakit, namun tanaman ini juga dapat merugikan tanaman lainnya. Tumbuhan lamtoro akan mengeluarkan senyawa yang dapat memberikan dampak buruk pada tanaman gandum dan kunir. Akan tetapi, senyawa tersebut tidak berlaku pada padi dan juga jagung.

Nah, tersebut diatas merupakan pembahasan mengenai 9 Contoh Simbiosis Amensalisme Pada Tumbuhan. Dengan demikian kita dapat mengtahui bahwa tanaman yang ada di sekitar kita memang bermanfaat untuk makhluk hidup lain seperti hewan atau manusia, namun pada kenyataannya sebagian malah memberikan dampak buruk bagi tanaman lainnya yang ada disekitar tanaman tertentu seperti yang sudah dijelaskan di atas. Semoga dapat bermanfaat dan memberikan wawasan bagi kita semua.

Baca juga: