5 Fungsi Manajemen dan Kepemimpinan Dalam Perusahaan

Posted on
5 Fungsi Manajemen dan Kepemimpinan Dalam Perusahaan
Rate this post

5 Fungsi Manajemen dan Kepemimpinan Dalam perusahaan

Fungsi manajemen tak luput dari pengertian manajemen sendiri. Sedangkan pengertian manajemen kepemimpinan ialah seni dalam mengelola kemampuan seseorang untuk memimpin, mengajak, mengarahkan orang lain mencapai tujuan secara efisien dan efektif. Sedikitnya ada 5 fungsi manajemen serta kepemimpinan. Untuk lebih jelasnya, simak ulasannya dibawah ini.

Fungsi Manajemen

Sebenarnya tujuan utama dari manajemen ialah menempatkan sesuatu hal di tempat yang harusnya berada. Sementara itu, jika manajemen yang dimaksud adalah manajemen keuangan, itu artinya mengatur keuangan agar teratur, dari alur uang yang masuk maupun yang keluar menjadi lebih jelas. Dengan begitu, pembukuannya bisa teratur.
Pada umumnya terdapat 5 fungsi utama manajemen diantaranya:
1. Fungsi Planning (Perencanaan)
2. Fungsi Organizing (Mengorganisasi)
3. Fungsi Staffing (Penempatan)
4. Fungsi Coordinating (Mengkoordinasi)
5. Fungsi Controlling (Mengontrol)
Jadi, kelima fungsi dasar dari manajemen tersebut harus dimiliki oleh struktur perusahaan baik UKM ataupun skala corporate besar. Pentingnya fungsi manajemen berjalan agar perusahaan bisa berjalan semestinya.

1. Fungsi Planning (Fungsi Perencanaan Manajemen)

Fungsi manajemen yang pertama ialah fungsi planning. Pada fungsi ini, anda bertindak dalam hal menyusun, merencanakan bagaimana tujuan perusahaan dan bagaimana caranya untuk mencapai tujuan tersebut.
Biasanya planning dilakukan saat awal terbentuknya perusahaan. Dengan tujuan yang jelas, maka perusahaan akan lebih terarah dan bisa memaksimalkan apa yang dikelolanya.

Disinilah peran pemimpin atau manager dibutuhkan. Pemimpin atau manager harus dapat mengevaluasi langkah-langkah terbaiknya yang telah dipilih dalam mencapai tujuan itu. Pentingnya hal tersebut karena jika langkah yang dipilih ternyata salah, maka sulit sekali mencapai tujuan yang sudah ditetapkan bahkan tidak bisa mencapainya.
Sehingga perencanaan manajemen harus dilakukan saat awal mula pembentukan perusahaan. Sebab perencanan yang matang adalah langkah awal susksesnya perusahaan.

Aktifitas Fungsi Perencanaan (Planning)

Pada pelaksanaanya, terdapat 4 jenis aktivitas pada fungsi perencanaan diantaranya:
– Aktifitas yang pertama menetapkan visi misi dari perusahaan/organisasi. Didalam visi misi tersebut berisi tentang tujuan atau gagasan yang diinginkan perusahaan pada waktu tertentu.
– Sesudah tujuan ditetapkan, maka tahap berikutnya adalah menentukan cara yang dilakukan agar tujuan tersebut bisa dicapai.
– Tahap berikutnya adalah menyusun serta menentukan sumber daya yang diperlukan guna melaksanakan rancangan itu.
– Berikutnya adalah menetapkan standard kesuksesan. Hal ini penting sekali dilakukan karena untuk penilaian apakah sudah mencapai tujuan atau belum.
Aktifitas perencanaan bisa juga disebut dengan proses fungsi perencanaan. Sebab 4 hal tersebut harus dilalui guna membuat perencanaan yang lebih matang.

Pembagian Perencanaan Manajemen

Pada tahap ini, planning dibagi kedalam tiga sudut pandang manajemen diantaranya:

Top Level Planning atau (Perencanaan Tingkat Atas). Tahap paling atas ini perencanaannya bersifat strategis. Contohnya saja memberi arahan/petunjuk umum, kemudian merumuskan tujuan, mengambil keputusan serta memberi arahan agar bekerja secara efisien. Di tahap ini sifatnya menyeluruh dan dilakukan guna menentukan target dengan jangka waktu yang panjang.

Middle Level Planning atau (Perencanaan Tingkat Menengah). Di tahap ini, perencanaanya lebih bersifat administratif dan lebih detail, contohnya saja menentukan cara dalam mencapai tujuan yang sudah ditetapkan sebelumnya.

Low Level Planning atau (Perencanaan Tingkat Bawah). Pada tahap ini bersifat ke operasional atau (pelaksanaan). Beberapa perencanaan disini seperti tanggaung jawab dari manajer lapangan.

Syarat-Syarat Perencanaan Yang Baik

Agar menghasilkan perencanaan yang efisien dan baik, harus terdapat beberapa syarat yang dipenuhi, diantaranya:
– Memiliki tujuan spesifik dan jelas, serta tidak bertele-tele.
– Harus singkat, padat, jelas serta sederhana. Itu dibutuhkan agar tak kesulitan menjalankannya. (Berhubungan dengan syarat awal, yakni spesifik serta jelas).
– Isinya tentang analisa pekerjaan yang perlu dilaksanakan.
– Tanggung jawab yang tujuannya harus seimbang serta selaras di setiap bagiannya.
– Memiliki kesan jika sumber daya yang dibutuhkan ada serta siap digunakan. Bila belum, maka persiapkan lebih dulu.

Baca Juga :   30 Pengertian Manajemen Menurut Para Ahli dan Fungsi Manajemen Lengkap

Manfaat Membuat Perencanaan

Ada banyak sekali manfaat perencanaan. Manfaat yang sangat mencolok sekali adalah manfaat keteraturan ketika mengeksekusinya agar lebih terarah dan jelas. Berikut ini beberapa manfaat membuat perencanaan demi kemajuan perusahaan ataupun organisasi:
– Manfaat pertama mensingkronkan antar devisi dalam pelaksanaan, dan mengorganisasikan pada arah tujuan yang senada.
– Bisa meminimalisir adanya kesalahan yang bisa dilakukan.
– Pengawasannya menjadi lebih mudah dilakukan.
– Memiliki dasar penilaiaian, apa selama ini telah mencapai target atau masih belum.

2. Fungsi Organizing (Fungsi Pengorganisasian Manajemen)

Fungsi manajemen selanjutnya ialah fungsi mengorganisasi. Disini objek yang akan di atur adalah organisasi atau perusahaan agar teratur dan mudah dalam mencapai tujuan. Yang dimaksud dengan fungsi Organizing ialah fungsi yang mengatur berbagai sumber daya baik SDM atau sumber daya lainnya.

Tujuannya agar sumber daya tersebut berfungsi secara tepat dan bisa melaksanakan peran maupun fungsinya dengan maksimal, dalam mencapai tujuan perusahaan. Dengan kata lain, organizing merupakan proses membentuk kelompok khususnya karyawan, untuk memudahkan atau mengoptimalkan berbagai potensi yang dimilikinya. Proses organizing tersebut sangat membantu manager perusahaan dalam mengelola perusahaan, lebih gampang untuk melakukan fungsi pengawasan.

3. Fungsi Staffing

Fungsi Staffing hampir sama dengan fungsi organizing. Sebab intinya ialah menempatkan orang di tempat yang paling tepat. Namun staffing tak hanya masalah tenaga kerja saja. Melainkan juga seluruh sumber daya dalam perusahaan tersebut. Diantaranya peralatan, inventaris, maupun sumber daya lainnya.
Hal ini sangat penting karena kadang 1 divisi tak terlalu memerlukan barang A misal, namun divisi lainnya sangat memerlukannya. Sehingga penting sekali dapat mengetahui kebutuhan apa yang perlu dipenuhi setiap unitnya. Fungsi staffing mencakup beberapa hal dibawah ini:
– Perencanaan SDM yang sudah ada
– Bila masih kurang, maka lakukan rekruitmen tenaga kerja
– Menyeleksi calon tenaga yang mendaftar
– Pengenalan terkait perusahaan serta melakukan orientasi
– Kemudian pelaksanaan kerja
– Mengevaluasi kinerja yang dilakukan
– Memberikan reward and punishment sesuai dengan hasil evaluasi yang dilakukan
– Memberikan pengembangan karir

4. Fungsi Coordinating (Pengarahan / Mengkoordinasi)

Fungsi Coordinating atau biasa disebut sebagai fungsi Directing berarti mengarahkan. Sehingga Coordinating ataupun directing merupakan fungsi dengan tujuan meningkatkan keefektivitasan dan juga efisiensi kerja agar lebih optimal.
Fungsi pengarahan atau directing termasuk fungsi yang bertugas dalam meningkatkan efektivitas maupun efisiensi kinerja agar lebih optimal serta menciptakan kondisi kerja yang dinamis, nyaman dan sehat. Pada fungsi ini, terdapat beberapa aktivitas yang harus dilakukan diantaranya:
– Menerapkan serta mengimplementasikan kempimimpinan, bimbingan maupun motivasi terhadap pekerja agar bisa bekerja secara nyaman, baik dan lebih maksimal. Dengan begitu, akan dicapai tujuan yang sudah ditentukan perusahaan.
– Memberi tugas dan penjelasannya yang rutin terkait masalah pekerjaan
– Menjelaskan terkait seluruh kebijakan yang berlaku dan sudah ditetapkan.
Selain itu, fungsi directing membutuhkan seseorang pemimpin atau manager yang kompeten. Karena jika ditengah perjalanan mengalami masalah yang serius, maka pemimpin tersebut akan memberi solusi terbaik untuk itu.

5. Fungsi Controlling (Fungsi Pengendalian / Pengawasan)

Fungsi berikutnya adalah fungsi controlling. Tugas fungsi ini adalah menilai pekerjaan yang telah dilakukan mencapai target ataukah belum. Controlling penting dilakukan sebab menentukan kualitas layanan atau produk itu terjaga ataupun tidak.
Sehingga dari awal sudah di ulas ketika tahap perencanaan harus memiliki standard khusus tentang bagaimana pekerjaan tersebut diselesaikan secara baik atau tidak. Dengan melakukan controlling kita akan mengetahui, apa saja yang harus di perbaiki untuk meningkatkan kinerja kita.
Itulah ke 5 fungsi manajemen dan kepemimpinan. Semoga bermanfaat.

Baca juga :