3 Perilaku Manusia Dalam Bekerjasama Memenuhi Kebutuhan Hidupnya

Posted on
3 Perilaku Manusia Dalam Bekerjasama Memenuhi Kebutuhan Hidupnya
5 (100%) 1 vote[s]

Perilaku Manusia Dalam Bekerja Sama Untuk Memenuhi Kebutuhan Hidupnya

Telah dijelaskan sebelumnya bahwa manusia sebagai makhluk ekonomi tidak bisa lepas dan peran manusia lain dalam memenuhi kebutuhannya. Kondisi tersebut secara tidak langsung menggambarkan bahwa manusia pada dasarnya juga makhluk sosial.

Manusia sebagai individu dalam kehidupan sehari-harinya selalu berinteraksi atau berhubungan dengan individu yang lain. Hubungan tersebut secara alami akan mendorong setiap individu untuk melakukan kerjasama. Untuk mewujudkan perilaku manusia yang bekerjasama secara harmonis dalam memenuhi kebutuhan, maka perlu adanya kepedulian dan setiap diri manusia mewujudkan keselarasan antara fungsi manusia sebagai makhluk sosial dan makhluk ekonomi.

Perilaku Manusia Dalam Bekerja Sama Untuk Memenuhi Kebutuhan Hidupnya

Beberapa bentuk kepedulian dan setiap diri manusia mewujudkan keselarasan antara fungsi manusia sebagai makhluk sosial dan makhluk ekonomi antara lain sebagai berikut.

  • Saling menghormati hak dan kewajiban masing-masing dalam melakukan kerjasama.
  • Saling berbagi ilmu dan pengetahuan untuk kemajuan bersama.
  • Saling tolong menolong dan bahu-membahu dalam kegiatan sehari-hari.
  • Menjaga dan memupuk harga diri setiap pihak dalam melakukan kerja sama.
  • Bahu-membahu untuk mencapai tujuan bersama tanpa mengesampingkan norma-norma yang berlaku.

Perbedaan kemampuan setiap manusia menyebabkan manusia dapat lepas dan manusia yang lain. Perbedaan kemampuan setiap manusia ini, menyebabkan pula perbedaan hubungan perilaku kerjasama. Hubungan perilaku kerjasama biasanya didasarkan pada maksud dan tujuan yang diinginkan, yaitu sebagai berikut.

Kerjasama yang saling menguntungkan

Manusia tidak memiliki kemampuan yang sama dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Misalnya, tidak setiap orang memiliki kemampuan untuk menjadi seorang koki atau menjadi seorang pengusaha mebel. Misalnya, Pak Anwar adalah seorang pengusaha mebel yang ingin membuka sebuah rumah makan. Namun, ia tidak mempunyai kemampuan untuk menjalankan usahanya itu. Sebaliknya, Pak Darwin saudaranya, ahli dalam masakan Padang yang ingin membuka rumah makan Padang, namun tidak memiliki dana.

Baca Juga :   Masa Kolonial Eropa : Perkembangan Masyarakat, Kebudayaan dan Pemerintahan Indonesia

Kemudian Pak Darwin menawarkan jasanya kepada Pak Anwar untuk mengelola rumah makan tersebut. Karena dirasa menguntungkan, Pak Anwar menerima tawaran tersebut. Dari kerjasama ini, Pak Anwar dapat menikmati hasil rumah makan Padang yang dijalankan Pak Darwin, sedangkan Pak Darwin memperoleh penghasilan dan rumah makan yang dijalankannya. Kerjasama antara Pak Anwar dengan Pak Darwin adalah contoh kerjasama yang saling menguntungkan, karena keduanya sama-sama memperoleh keuntungan.

Kerjasama untuk kepentingan bersama

Kerjasama untuk kepentingafl bersama banyak kita temui dalam kehidupan sehari-hari. Dalam kehidupan sosial kemasyarakatan misalnya adanya gotong-royong kegiatan kebersihan lingkungan atau kegiatan penghijauan. Dalam kehidupan ekonomi, misalnya sebuah perusahaan besar berperan sebagai bapak angkat bagi usaha kecil menengah (UKM).

Perusahaan besar memberikan bimbingan, pengarahan ndalam kegiatan produksi dan pemasaran serta bantuan modal kepada UKM agar bisa berkembang besar dan akhirnya mampu berdiri sendiri. Sebaliknya, perusahaan kecil dapat mendukung perusahaan besar dengan memasarkan hasil produksi perusahaan besar.

Kerjasama yang saling menghormati

Pada awalnya, manusia berpikir dan berusaha bagaimana cara memenuhi kebutuhannya sendiri. Namun, setelah mereka menyadari bahwa kebutuhan tersebut tidak hanya dibutuhkan sendiri, maka manusia juga berusaha bagaimana ia dapat memenuhi kebutuhan orang lain. Manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya selalu dibatasi oleh norma-norma yang berlaku. Bentuk kerjasama yang paling baik dalam memenuhi kebutuhan adalah kerjasama yang saling menghormati. Manusia harus menggunakan akal dan pikirannya dalam berusaha dan bertindak. Karena hanya dengan akal dan pikiran yang sehat akan membuat kita dapat memahami kebutuhan sendiri dan kebutuhan orang lain.

Misalnya, saat musim kemarau, masyarakat desa kesulitan akan air bersih. Air bersih yang tersedia hanya terbatas pada air pancuran yang mengalir dan pegunungan. Oleh karena air bersih sangat terbatas, maka masyarakat sepakat untuk mengadakan antrian secara bergiliran agar semua masyarakat desa mendapatkan air bersih. Kerjasama yang saling menghormati ini penting dilakukan agar tidak terjadi perselisihan antar warga masyarakat.

Baca Juga :